Pages

Minggu, 29 Maret 2015

Telinga

Pengertian Telinga 

telinga merupakan sebuah organ yang mampu mendeteksi/mengenal suara & juga banyak berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh. Telinga pada hewan vertebrata memiliki dasar yang sama dari ikan sampai manusia, dengan beberapa variasi sesuai dengan fungsi dan spesies.
Setiap vertebrata memiliki satu pasang telinga, satu sama lainnya terletak simetris pada bagian yang berlawanan di kepala, untuk menjaga keseimbangan dan lokalisasi suara.
Suara adalah bentuk energi yang bergerak melewati udara, air, atau benda lainnya, dalam sebuah gelombang. Walaupun telinga yang mendeteksi suara, fungsi pengenalan dan interpretasi dilakukan di otak dan sistem saraf pusat. Rangsangan suara disampaikan ke otak melalui saraf yang menyambungkan telinga dan otak (nervus vestibulokoklearis).

Bagian dari Telinga Manusia

Bagian-bagian telinga manusia
Bagian-bagian telinga manusia
Tiga bagian utama dari telinga manusia adalah telinga luar, telinga tengah, dan telinga bagian dalam. Kerja dari telinga manusia adalah sedemikian rupa sehingga gelombang suara melakukan perjalanan dari telinga luar ke telinga tengah, yang kemudian diteruskan ke telinga bagian dalam bentuk gelombang kompresi. Di telinga bagian dalam, gelombang kompresional diubah menjadi impuls listrik yang dirasakan oleh otak. Dengan cara ini, kita dapat mendengar dan membedakan berbagai jenis suara. Mari kita bahas secara singkat tentang bagian-bagian yang berbeda dari telinga manusia dan peran mereka dalam mendengar.
Telinga luar: ini telinga luar atau telinga bagian luar adalah bagian terlihat dari telinga, yang berfungsi sebagai organ pelindung untuk gendang telinga. Ini mengumpulkan dan memandu gelombang suara masuk ke telinga tengah. Telinga luar terdiri dari dua bagian berikut.
  • Telinga Flap (Pinna) – Gelombang suara masuk ke telinga melalui flap telinga atau pinna.
  • Saluran Telinga (Meatus) – Saluran telinga adalah sekitar 2 cm. Ini menguatkan gelombang suara dan channelizes mereka ke telinga tengah. Kelenjar keringat yang hadir dalam saluran ini, yang mensekresi kotoran telinga.
Telinga Tengah: Telinga tengah, terletak di antara telinga luar dan telinga bagian dalam, merasakan gelombang suara dari telinga luar dalam bentuk gelombang tekanan. Telinga tengah adalah rongga berisi udara dan terdiri dari bagian-bagian berikut.
  • Gendang telinga (membran timpani) – Gendang telinga adalah selaput tipis yang bertindak sebagai partisi antara telinga luar dan telinga tengah. Bergetar secepat itu menerima gelombang suara, dan mengubah energi suara menjadi energi mekanik.
  • Hammer (Malleus) – Ini adalah tulang kecil, yang terletak di sebelah gendang telinga. Karena terletak berdekatan dengan gendang telinga, getaran dari gendang telinga menyebabkan hammer bergetar.
  • Anvil (Incus) – Anvil adalah tulang lain kecil di samping hammer, itu bergetar dalam menanggapi getaran hammer.
  • Stirrup (Stapes) – Serupa dengan hammer dan anvil, sanggurdi adalah tulang kecil di telinga tengah. Akhirnya, juga bergetar dan melewati gelombang kompresional ke telinga bagian dalam.
Telinga dalam (Labyrinth): Telinga bagian dalam, seperti namanya, adalah bagian terdalam dari telinga. Hal ini diisi dengan zat seperti air dan terdiri dari baik pendengaran dan keseimbangan organ. Telinga bagian dalam terdiri dari bagian-bagian berikut.
  • Koklea (rumah siput)- ini koklea atau tabung spiral adalah struktur digulung yang dapat meregang sekitar 3 cm. Lapisan membran koklea terdiri dari sel-sel saraf banyak. Sel-sel saraf mirip rambut merespon secara berbeda terhadap berbagai frekuensi getaran, yang akhirnya mengarah ke generasi impuls listrik.Koklea adalah pusat pendengaran dari telinga bagian dalam, organ cairan yang menerjemahkan getaran suara menjadi impuls pendengaran yang dapat dimengerti otak. Hal ini terjadi pada organ Corti, struktur yang terdiri dari rambut halus di seluruh koklea yang bergetar dan mengirimkan sinyal listrik melalui sistem saraf.
    Ketika gelombang suara masuk telinga, mereka pertama kali bertemu gendang telinga. Getaran mentransfer energi mereka ke gendang telinga, yang bergetar dalam menanggapi. Gerak diterjemahkan melalui serangkaian tulang kecil di dalam telinga ke koklea. Karena gendang telinga jauh lebih besar daripada organ ini, getaran yang lebih kuat, yang memungkinkan mereka untuk melewati cairan di dalam pusat pendengaran. Gelombang ini mengatur rambut organ Corti bergerak, dan impuls mereka menciptakan perjalanan ke pusat pendengaran di otak.
    Tinnitus terjadi ketika rambut organ Corti mendirikan semacam umpan balik. Ketika suara sangat samar, rambut-rambut ini kadang-kadang memperkuat suara dengan ledakan getaran dalam rangka meningkatkan pendengaran. Kadang-kadang, hal ini menyebabkan semua rambut untuk mulai bergetar, menciptakan sensasi suara dering. Dalam keadaan normal, otak mampu menutup proses ini mati setelah 10 atau 15 detik, tetapi dalam tinnitus kronis, hal itu mungkin menjadi masalah yang berulang.
  • Saluran setengah lingkaran – Ini adalah loop berisi cairan, yang melekat pada koklea dan membantu dalam mempertahankan keseimbangan.
  • Saraf Auditori – ini impuls listrik, yang dihasilkan oleh sel-sel saraf, yang kemudian diteruskan ke otak.
Dengan cara ini, bagian-bagian yang berbeda dari telinga manusia melakukan fungsi tertentu yang berkontribusi terhadap fungsi keseluruhan telinga. Setiap kerusakan dan / atau gangguan di bagian telinga dapat menyebabkan masalah telinga dan gangguan pendengaran (tuli).

Minggu, 08 Februari 2015

Aliran dan Tekanan Darah

Kelompok 3 
Anggota  :
Hasri Nurul Latifah   /07
Kurnia Salsabila D.  /13
Mutiara Diesta  /17
Wahyu Bismoko Y. /22
Aliran Darah 

Sistem Peredaran Darah pada Manusia - Sistem peredaran darah berfungsi untuk mengedarkan zat makanan ke seluruh tubuh. Zat makanan berguna untuk pertumbuhan, mengganti sel-sel yang rusak, dan untuk beraktivitas. Pada manusia, sistem transportasi atau peredaran darah terdiri atas tiga bagian utama, yaitu jantung, pembuluh darah, dan darah.

Darah
Darah merupakan jaringan yang berfungsi dalam tubuh manusia. Fungsi darah antara lain:
Sebagai alat pengangkut
Sebagai alat pengukur suhu
Sebagai pertahanan tubuh
Melakukan proses pembekuan darah
Darah tersusun atas komponen berikut ini:
Sel darah
Plasma darah

Sel Darah
a) Sel darah merah (eritrosit), ciri-cirinya antara lain:
Berbentuk bulat pipih dengan cekungan di bagian tengah dan tidak ada inti sel
Berumur 120 hari/ 4 bulan (dirombak menjadi bilirubin)
Berjumlah 5 juta sel dalam 1 mL (20 tetes menggunakan pipet tetes)
Dibuat di sumsum tulang belakang
Terdapat zat warna darah (hemoglobin)
b) Sel darah putih (leukosit), ciri-cirinya antara lain:
Berjumlah 8000 sel tiap 1 mL
Dibuat di sumsum merah, limfa, kelenjar getah bening (limfe)
Berkemampuan diapedesis (menembus dinding pembuluh kapiler)
Berfungsi dalam pemberantasan kuman/ bakteri/ zat asing dalam tubuh (pertahanan tubuh)
Dihancurkan oleh limpa

Jantung
a. Struktur dan cara kerja jantung
  Jantung mempunyai empat ruangan, yaitu atrium ( serambi ) kiri dan kanan, serta ventrikel ( bilik ) kiri dan kanan. Dinding ventrikel lebih tebal daripada dinding atrium, karena ventrikel harus bekerja lebih kuat untuk memompa darah ke organ-organ tubuh yang lainnya.
  Dinding ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan, karena ventrikel kiri bekerja lebih kuat memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan, ventrikel kanan hanya memompa darah ke paru-paru.
  Atrium kiri dan kanan dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atriorum. Sedangkan, sekat yang memisahkan ventrikel kiri dan kanan dinamakan septum interventrakularis.

Pembuluh Darah
Pembuluh darah merupakan jalan bagi darah yang mengalir dari jantung menuju ke jaringan tubuh, atau sebaliknya. Pembuluh darah dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu pembuluh nadi / arteri, pembuluh vena, dan pembuluh kapiler.

Tekanan Darah 
Dorongan darah pada dinding pembuluh darah ketika darah mengalir melewatinya disebut tekanan darah. Agar tekanan darah tetap terjaga,  maka pembuluh harus terisi penuh oleh darah. Bila terjadi kehilangan darah akibat kecelakaan atau penyakit, tekanan dapat hilang, sehingga darah tidak dapat bergerak ke tempat yang diinginkan. Akibatnya, sel-sel tubuh akan mati karena tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi. Plasma juga mengangkut senyawa kimia penting lain juga yang disebut hormon, untuk dibawa dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Hormon dapat mengatur bermacam- macam fungsi tubuh seperti pertumbuhan dan cara tubuh menggunakan makanan.

Alat pengukur tekanan darah
Tekanan darah diukur dengan menggunakan sebuah alat yang bernama sphygmomanometer, ada pula yang menyebutnya dengan tensimeter. Tekanan darah diukur di dalam pembuluh nadi besar yang biasanya dilakukan di tangan bagian lengan atas. Hasil pengukurannya terdiri atas dua angka, biasanya 120 sampai 80. Angka pertama menunjukkan tekanan saat bilik berkontraksi dan darah ditekan keluar jantung, disebut angka sistol. Tekanan darah turun saat bilik relaksasi. Angka kedua, yaitu yang lebih rendah adalah hasil pengukuran tekanan saat bilik relaksasi dan mengisi darah, tepat sebelum bilik-bilik ini berkontraksi lagi, disebut angka diastol. 





Senin, 26 Januari 2015

LAPORAN PRAKTIKUM IPA
MENGHITUNG DENYUT NADI








Disusun oleh
Kelas          : VIII H
Kelompok  : 4
Anggota     :
1.    Erlyna Dwi Rahmawati        (06)
2.    Indriana Diani Putri              (09)
3.    Inggita Hasi Rahmah             (10)
4.    Wahyu Bismoko Yuwono   (22)


LEMBAR PENGESAHAN


Assalamualaikum Wr. Wb.

Untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran IPA kami melaksanakan praktikum sesuai prosedur. Laporan praktikum IPA yang berjudul “Menghitung Denyut Nadi” telah diserahkan dan diterima oleh guru pembimbing IPA SMP N 1 Wonosari, Gunungkidul pada :
Hari/Tanggal : Selasa, 27 Januari 2015
Laporan ini disusun oleh:
Kelas               : VIII H
Kelompok       4
Anggota          :
1.      Erlyna Dwi Rahmawati          (06)
2.      Indriana Diani Putri                (09)
3.      Inggita Hasi Rahmah              (10)
4.      Wahyu Bismoko Yuwono      (22)

Demikian laporan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.



Gunungkidul, 27 Januari 2015
Guru Pembimbing,


Sigit Suryono, S.Pd.,M.Pd.






KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan bimbingannya sehingga Laporan Praktikum IPA “MENGHITUNG DENYUT NADI” dapat terselesaikan.
Laporan ini berisikan tentang kegiatan praktikum IPA mengenai detak jantung atau nadi yang diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan laporan ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Wonosari, Januari 2015



Kelompok
















DAFTAR ISI
Halaman Judul..................................................................................... i
Lembar Pengesahan …………………………………………………..         ii
Kata Pengantar.................................................................................... iii
Daftar Isi.............................................................................................. iv
Dasar Teori......................................................................................      1
Tujuan Praktikum ............................................................................... 3
Alat dan Bahan ................................................................................... 3
Langkah-langkah .............................................................................     4
Data ……………………………………………………………………        4
Pembahasan.....................................................................................     5
Kesimpulan ......................................................................................... 6
Daftar Pustaka …………………………………………………………       6








PRAKTIKUM IPA
MENGHITUNG DENYUT NADI
A.    Dasar Teori

ORGAN PEREDARAN DARAH
1.      Jantung
Organ dalam tubuh yang berdetak pada daerah dada adalah jantung. Jantung merupakan salah satu organ peredaran darah yang penting bagi tubuh manusia. Seperti pompa, jantung berfungsi memompa darah, sehingga darah dapat diedarkan ke seluruh tubuh. Meskipun kerja jantung sangat berat, tetapi jantung kamu bukanlah organ yang ukurannya sangat besar. Besar jantung manusia kira-kira sebesar sekepalan tangan. Jantung terdiri atas 4 ruangan, yaitu serambi (atrium) kiri, serambi kanan, bilik (ventrikel) kiri, dan bilik kanan. Serambi jantung berada di sebelah atas, sedangkan bilik jantung di sebelah bawah. Antara serambi kiri dan bilik kiri terdapat dua buah katup yang disebut bikuspidalis.
Antara serambi kanan dan bilik kanan terdapat tiga buah katup yang disebut trikuspidalis. Katupkatup tersebut berfungsi menjaga agar darah dari bilik tidak kembali ke serambi. Dinding jantung di bagian bilik kiri lebih tebal karena bilik kiri berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah. Selanjutnya, otot-otot jantung berkontraksi dan memompa darah keluar ruang jantung. Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, begitu juga kedua bilik akan mengendur dan berkontraksi secara bersama-sama.

Darah yang mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui dua pembuluh darah vena besar (vena kava) menuju serambi kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, akan di dorong ke bilik kanan. Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis menuju paru-paru.
Darah yang mengandung banyak oksigen mengalir melalui pembuluh darah yang disebut vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah yang terjadi di antara bagian kanan jantung, paru-paru, dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner atau peredaran darah kecil. Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri. Selanjutnya, darah yang mengandung banyak oksigen ini dipompa melewati katup aorta yang masuk ke dalam pembuluh darah yang disebut aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Kemudian, darah kaya oksigen ini diedarkan ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru.
2.      Pembuluh Darah
Pembuluh darah dibedakan menjadi dua, yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).

a.       Vena mengalirkan darah masuk ke dalam jantung. Vena berisi darah yang mengandung sedikit oksigen, kecuali yang berasal dari paru-paru. Ujung arteri dan vena bercabang-cabang menjadi pembuluh-pembuluh kecil yang disebut pembuluh kapiler. Pembuluh kapiler menghubungkan arteri dan vena dengan sel-sel tubuh.
b.      Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah keluar jantung. Arteri berisi darah yang mengandung banyak oksigen, kecuali arteri paru-paru.


Denyut nadi adalah denyutan arteri dari gelombang darah yang mengalir melalui pembuluh darah sebagai akibat dari denyutan jantung. Denyut nadi sering diambil dari pergelangan tangan untuk memperkirakan denyut jantung. Denyut jantung adalah jumlah denyutan jantung per satuan waktu, misalnya menit. Denyut jantung didasarkan pada jumlah kontraksi ventrikel ( bilik bawah jantung ). Denyut jantung mungkin terlalu cepat (takikardia) atau terlalu lambat (bradikardia). Sedangkan jantung adalah organ vital dan merupakan pertahanan terakhir untuk hidup selain otak. Denyut yang ada di jantung ini tidak bisa dikendalikan oleh manusia.
Denyut jantung yang optimal untuk setiap orang berbeda-beda tergantung kapan waktu mengukut detak jantung tersebut (saat istrahat atau setelah berolahraga). Detak jantung juga disesuaikan dengan jumlah oksigen yang diperlukan oleh tubuh saat itu. Dalam bidang medis detak jantung atau nadi digunakan untuk mengetahui kesehatan atau kebugaran seseorang.
1)      Denyut Nadi Maksimum (Maximal Heart Rate)
Denyut nadi maksimal adalah maksimal denyut nadi saat melakukan aktivitas maksimal. Untuk menentukan denyut nadi maksimal digunakan rumus 220-umur.
2)      Denyut Nadi Latihan
Denyut nadi latihan dilakukan pengukuran setelah menyelesaikan satu set latihan dan ini bisa memantau intensitas latihan yang telah ditetapkan sebelumnya.
3)      Denyut Nadi Istirahat (Resting Heart Rate)
Denyut nadi istirahat adalah denyut nadi yang diukur saat istirahat dan tidak setelah melakukan aktivitas. Pengukuran denyut nadi ini dapat menggambarkan tingkat kesegaran jasmani seseorang. Pengukuran ini dilakukan selama 10-15 menit.
4)      Denyut Nadi Pemulihan (Recovery Heart Race)
Denyut nadi pemulihan adalah denyut nadi permenit yang diukur setelah istirahat 1 sampai 5 menit. Pengukuran ini untuk melihat seberapa cepat kemampuan tubuh seseorang melakukan pemulihan setelah aktivitas berat.
Keterampilan atau olahraga yang menyebabkan denyut nadi yang mudah dan sulit diukur:
a)      Olahraga tipe 1 : tidak memerlukan ketrampilan khusus dan denyut nadi mudah diukur misalnya: jogging, lari, bersepeda.
b)      Olahraga tipe 2 : memerlukan ketrampilan dan denyut nadi sulit diukur misalnya : senam aerobik dan berenang
c)      Olahragatipe 3 : olahraga permainan dan denyut nadi sangat sulit diukur Misalnya: tenis, basket, bulutangkis.

B.     Tujuan Praktikum
Tujuan kami melakukan praktikum IPA yang berjudul Menghitung Denyut Nadi adalah untuk mengetahui dan mengukur kecepatan denyut nadi atau jantung.

C.     Alat dan Bahan :

1.      Arloji à untuk melihat waktu
2.      Handphone à untuk memotret kegiatan
3.      Laptop à menhitung rata-rata
D.    Langkah Kerja :
1.      Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2.      Hitunglah denyut nadi dengan menggunakan dua jari (selain ibu jari) pada bagian tubuh misalnya : bagian leher atau  pergelangan tangan teman kamu
3.      Hitunglah denyut nadi teman kamu dalam waktu 1 menit, lakukan sebanyak 3 kali. Catatlah hasil perhitungan kamu, lakukan perhitungan dengan cermat dan teliti agar tidak terjadi kesalahan.
4.      Mintalah teman kamu untuk lari kecil selama kurang lebih 2 menit.
5.      Hitunglah denyut nadi teman kamu setelah berlari kecil sebanyak 3 kali, catat kembali perhitungan kamu.
6.      Carilah masing-masing rata-rata (mean) hasil perhitungan denyut nadi ketika dalam keadaan normal dan setelah berlari kecil.

E.     Data

            Proses penghitungan denyut nadi
 

Seorang individu melakukan lari-lari kecil



 
Tabel pecobaan :
No
Nama
Keadaaan Normal
Mean
Setelah berlari kecil
Mean
1.
Erlyna Dwi Rahmawati
74
74
86
78
115
100
80
98
2.
Indriana Diani Putri
76
75
77
76
108
87
86
94
3.
Inggita Hasi Rahmah
85
76
79
80
108
87
84
93
4.
Wahyu Bismoko Y.
76
79
79
78
107
86
84
92

Tertera jelas dalam tabel bahwa detak jantung per menit dari seorang yang diam dan setelah beraktivitas berbeda. Denyut nadi atau jantung seseorang ketika beraktivitas lebih cepat daripada denyut jantung seorang yang diam di tempat. Rata-rata denyut jantung tiap orang berbeda beda. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada 2 orang atau lebih yang rata-rata jumlah denyut nadinya per menit berjumlah sama.
1.      Berdasarkan data hasil percobaan, apakah terdapat perubahan denyut nadi dari kedua penghitungan yang kamu lakukan? Bagaimana hasilnya?
Berdasarkan data hasil percobaan kami, terdapat perbedaan denyut nadi saat seorang individu sedang dalam keadaan rileks dengan setelah melakukan aktivitas. Saat individu sedang rileks atau dalam keadaan normal detak jantung mereka tidak terlalu cepat(normal : 60-100 detak per menit), sedangkan setelah melakukan aktivitas kecil maupun berat detak jantung akan bergerak lebih cepat. Namun, hal itu bisa saja tidak terjadi apabila seorang individu tersebut memiliki masalah berupa penyakit yang berhubungan dengan jantung.

2.      Menurut pendapatmu, mengapa jawaban yang kamu tuliskan pada nomor 1 dapat terjadi?
Denyut nadi seorang individu saat rileks dan setelah melakukan aktivitas berbeda disebabkan karena saat kita dalam keadaan rileks oksigen yang diambil tubuh kita semakin banyak dan teratur. Semakin banyak oksigen yang diperlukan. Paru paru bekerja keras mengolah oksigen dan jantung berdetak cepat ke seluruh tubuh membawa oksigen hasil olahan paru paru dengan kecepatan tinggi

F.      Pembahasan
Bernafas adalah proses mengambil oksigen dari udara melalui hidung/mulut, kemudian diolah di paru-paru, dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui darah. Manusia menghirup Oksigen (O2) dan mengeluarkan Karbon Dioksida (CO2) sebagai gas buang dari bernafas. Jika aliran darah tidak lancar ke salah satu organ, maka organ tersebut akan lemas karena kekurangan oksigen. 

Saat melakukan kegiatan yang membutuhkan tenaga besar, otot dari organ terkait memerlukan lebih banyak oksigen. Begitu juga saat berlari, berlari melibatkan banyak organ tubuh, akibatnya banyak organ tubuh yang membutuhkan suplai oksigen lebih. Semakin cepat berlari, semakin banyak oksigen yang dibutuhkan, semakin cepat kita menghirup oksigen (bahkan sampai bernafas lewat mulut), semakin cepat aliran darah di tubuh, dan pastinya semakin banyak CO2 yang dikeluarkan. 

Saat berlari, paru-paru bekerja keras mengolah oksigen, sedangkan jantung berdetak cepat memompa darah ke seluruh tubuh membawa oksigen hasil olahan dari paru-paru dengan kecepatan tinggi. Ketika selesai berlari, jantung dan paru-paru tidak bisa begitu saja langsung bergerak pelan seperi saat keadaan tidak berlari, ini dikarenakan tubuh masih membutuhkan suplai oksigen lebih. Maka untuk beberapa saat, darah masih akan mengalir di tubuh dengan kecepatan tinggi, sambil menunggu keadaan tubuh kembali normal. Dan hal tersebut sangat berhubungan dan berpengaruh pada keadaan dan denyut jantung.
G.    Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kami ambil dari praktikum tersebut adalah keadaan jantung dan denyut nadi atau detak jantung dipengaruhi oleh aktivitas dan proses yang dilakukan oleh seorang individu, baik di luar tubuh maupun di dalam tubuh. Denyut seorang individu yang beraktivitas tentu lebih cepat daripada denyut seorang yang diam saja atau dalam keadaan normal(tidak beraktivitas).

 
Copyright (c) 2011 Blog Bismo. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.
Desing Downloaded From Free Blogger Templates | Free Website Templates | Free PSD Graphics